5/05/2009

Luka Disini

Menikmati lantunan lagu anyarnya ungu, asyik ya.. Walaupun cuma modal download.. hehe
Sembari mengingat semua yang udah berlalu.. yang udah lama berlalu pun bahkan baru seperti kemarin.. Mengagumkan memang!
Tak terasa, dengan hiruk-pikuk kehidupan ternyata kita dihadapkan dengan permasalahan hidup yang terkadang pelik. Meninggalkan sesuatu yang sudah kita suka, berat memang. Namun jika itu sebuah konsekwensi, harus tetap dilakukan toh?
Luka, sedih, semua ada.. Menari dalam khayal, menerawang dalam kenang, mereka-reka dalam gelap... (Tak nyaman!) Tapi itulah hidup. Ada yang bilang hidup adalah pilihan. Tapi bukankah pilihan itu jika ada yang dipilih?
Terpuruk, melintasi semua nyata yang terasa berat. Melangkah pun kakiku kaku. Jangankan tuk menari. Hanya tarian ilusi, abstrak dan harapan. Melambai pun tanganku bak keram, bak sebuah kapal kandas terhalang karang. Mungkinkah semua berlalu? kurasa tidak! Yang ada hanya hancur, porak-poranda ditelan ombak, diantara bebatuan karang terjal dan kejam.
Lalu Apa?
Kau dan aku coba menari indah di pesisiran pasir putih membelai lautan... Mampukah bertahan di tengah kejamnya gelombang? Lagu kasih kita nyanyikan, kata keramat pun kita ungkapkan. Buatku, hanya dirimu peneman bicara ketika pilu..

1 komentar:

hanara mengatakan...

Salam kenal kembali. Silahkan dibaca2. Semoga bermanfaat ya

Kecil Itu Besar

Dulu, waktu SD kelas IV aku dikenalkan guru kelasku dengan pepatah; Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Waktu itu, aku ingat pepa...