Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

GUBERNUR BENGKULU SIAP DIPERIKSA KEJAGUNG

Gambar
TERKAIT rencana Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan memeriksa dirinya 30 Desember nanti, Gubernur Bengkulu H Agusrin M Najamudin ST yang ditetapkan sebagai tersangka Dispenda Gate menegaskan hal itu sesuai permintaannya secara khusus kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu. Oleh sebab itu, dia selalu siap untuk diperiksa.
""Kapan saja dimana saja saya sudah siap," ungkapnya pada wartawan disela-sela kepulangan ke Bengkulu setelah menunaikan ibadah haji dan menerima penghargaan dari Presiden SBY.
Menurutnya, berlarut-larutnya kasus ini jelas tidak menguntungkan dirinya secara pribadi maupun masyarakat Bengkulu. "Apalagi ke depan ada agenda politik. Hal ini jika tidak dituntaskan akan menjadi konsumsi politik. Apalagi saya merupakan kepala daerah sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu," kata Agusrin.
Sebenarnya, seluruh fakta dan data sudah dia ungkapkan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu beberapa waktu lalu. Selain itu s…

BP Ainun P16, Penyidik Kumpulkan BB

SETELAH diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari), Kamis (18/12) lalu, berkas perkara (BP) kasus pembunuhan Suradi Budiman SSos dengan tersangka, Ainun belum dinyatakan lengkap (P21). Sejauh ini, pihak Kejari Bengkulu masih membutuhkan barang bukti (BB) tambahan dan beberapa kronologis kasus yang dianggap masih perlu diperbaiki. "Berkasnya sudah kita terima Kamis lalu. Namun karena masih ada yang kurang dan perlu diperbaiki, terpaksa BP tersebut kita kembalikan ke penyidik kepolisian untuk dilengkapi," kata Kajari Bengkulu Rodip Sukarman SH melalui Kasi Pidum Azhari SH didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lasmarohana SH kemarin.
Diterangkan Lasmarohana, pengembalian berkas tersebut bukan berarti pihaknya mempersulit penyidik kepolisian dalam merampungkan BP tersebut. Namun terlebih kepada kelengkapan berkas dan hal ini terkait dengan pembuktian kasus di persidangan nantinya. "Kita bukan mempersulit. Namun setelah dicermati, memang ada beberapa yang semestinya dijadi…

Heboh, Mayat Ditemukan Membusuk

WARGA Jalan RE Martadinata RT 31 Kelurahan Pagar Dewa, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin heboh. Ini setelah belasan warga menemukan sesosok mayat tak dikenal di sebuah rumah kosong milik Chairuddin, salah seorang warga yang tinggal di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS). Belum diketahui pasti apa penyebab dan siapa sebenarnya pria yang ditemukan telah tewas dalam keadaan membusuk tersebut. Namun ada dugaan, pria yang berumur sekitar 30 tahun itu memiliki keterbelakangan mental.
Kapolres Bengkulu AKBP Drs Budi Dermawan melalui Kapolsek Selebar AKP Ramon Zamora Ginting SIK ketika ditemui kemarin membenarkan soal penemuan mayat tersebut. Menurutnya, usai mendapat laporan dari warga pihaknya langsung bergerak ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan olah TKP. Setelah jenazah korban dievakuasi, kemudian mayat tersebut langsung dibawa ke kamar mayat RSUD M Yunus Bengkulu. "Setelah menghimpun keterangan dari beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, ada dugaan pria terseb…

"All About We"

BETAPA indahnya kebersamaan karena Allah, persaudaraan karena keimanan kita. Tali yang mengikat kita adalah kesatuan pemahaman dan kesamaan tujuan. Kebersamaan ini, yang pernah disinggung dalam beberapa sabda Rasulullah saw. Bahwa setiap Muslim yang mengikhlaskan kecintaannya kepada saudaranya karena Allah, tanpa alasan lainnya, maka ia akan memperoleh pahala agung dan keridhaan dari-Nya. Allah Maha Besar…. Bagi-Nya segala puji syukur sepenuh langit dan bumi, yang menuntun kita hingga di sini, sampai saat ini.
Saudaraku,
Dengarkanlah hadits-hadits dari kekasih Allah swt berikut ini, "Sesungguhnya Allah berfirman di hari kiamat, "Di mana orang-orang yang saling mencintai karena Keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dengan naungan-Ku di saat tak ada naungan lain kecuali naunganKu" (HR Muslim). Pada kesempatan lain, Rasul saw mengatakan, "Barangsiapa yang ingin mencicipi manisnya keimanan, hendaklah ia mencintai seseorang, yang tidak ia cintai kecuali karena Allah.&q…

Pesona Lebong Tandai

Gambar
Seorang penambang sedang membawa batu emas
TANAH pegunungan dalam gugusan bukit barisan yang indah menjadi semakin mempesona karena mengandung butiran logam mulia di dalamnya. Kenyataan inilah yang membawa bangsa Belanda membuka tambang emas dan melakukan eksplorasi selama bertahun-tahun di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Lebong ini. Aktifitas penambangan dengan cara tradisional akan dapat menyadarkan kita betapa aktifitas kehidupan dimulai dari sesuatu yang begitu sederhana. Dengan melakukan lawatan ke kawasan ini bukan hanya akan menyegarkan fikiran, tetapi juga dapat menjadi media untuk membuat manusia semakin menyadari betapa kayanya Sang Pencipta Alam.
Berwisata di kawasan tambang emas Lebong Tandai sangat menggoda bagi para traveller dan back-packer yang bermaksud mencari sensasi alternatif dalam travelling yang dilakukannya. Disamping dapat melakukan rekam jejak terhadap aktifitas penambangan di kawasan ini, pengunjung masih dapat menikmati aktifitas penamban…

Kerugian Negara Korupsi NUSSP Dinilai Tidak Sah

KERUGIAN negara dalam kasus dugaan korupsi Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project (NUSSP) yang mendudukkan dua tersangka, Eric Fahmi dan Narsito dinilai tidak sah. Sebab hitungan kerugian negara yang mencapai Rp 495 juta lebih tersebut bukanlah merupakan hitungan resmi dari BPKP Bengkulu. Sedangkan soal audit kerugian negara, hal itu merupakan wewenang BPKP dan bisa dikatakan sah apabila merupakan hasil audit BPKP atau BPK. Hal ini disampaikan kuasa hukum kedua tersangka, Aizan SH MH dan Junaidi Ali Jahar SH dalam eksepsi yang dibacakan di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu kemarin.
Selain mencermati soal hitungan kerugian negara, di depan Majelis Hakim yang diketuai Susanto SH dengan anggota Mas'ud SH dan Wuryanta SH, kuasa hukum kedua tersangka juga menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum JPU, Jijitinwikhaji SH dan Yordan Mahendra Betsi SH kabur. Sehingga hal ini membuat surat dakwaan menjadi error in persona (salah sasaran). Terlebih, uang yang diduga tel…

Bus Masuk Jurang, 12 Tewas

(Tulisan ini dikutip dari Harian Bengkulu Ekspress Edisi 20 Desember 2008)

BINTUHAN, BE - Maksud hati ingin merayakan pernikahan di Bunga Mas Bengkulu Selatan (BS), tapi apa daya di tengah jalan, bus PO Penantian Utama nopol BE 2334 FC yang dicarter keluarga besar Ami (27) Desa Tanjung Baru Ranau, OKU (Ogan Komering Ulu) dan Tita Meranti (25) warga Desa Padangjawi Bunga Mas BS terperosok ke jurang sedalam 61 M di kawasan Tebing Batu Syech Manula Pugung Kecamatan Lemong, Lampung Barat (Lambar)--tak jauh dari perbatasan Kaur-Lambar.
Akibat kejadian kemarin siang sekitar pukul 12.30 WIB itu, 12 penumpang bus meninggal dunia, 24 korban luka-luka dan terpaksa dirawat di Puskesmas Nasal.
Menurut keterangan Kapolsek Pesisir Utara AKP M Irwan IS mendampingi Kapolres Lambar AKBP Muhammad Muslim Siregar SIK mengungkapkan bus itu membawa 38 penumpang. Dari 12 orang meninggal dunia, tujuh meninggal di tempat kejadian dan lima lainnya menghembuskan napas di Puskesmas Nasal Kaur Bengkulu.
"…

Terdakwa Korupsi NUSSP Diadili

Kerugian Negara
Rp 49 Juta Lebih

DUA terdakwa dugaan korupsi Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project (NUSSP), Eric Fahmi dan Narsito kemarin diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jijitinwikhaji SH dan Yordan Mahendra Betsi SH ke hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu diketuai Susanto SH dengan anggota Wuryanta SH dan Mas'ud SH. Kedua terdakwa yang diajukan dalam berkas perkara terpisah ini, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi yang telah menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu koorporasi.
Dalam dakwaan kesatu JPU, kedua terdakwa yang bertindak sebagai Ketua dan Bendahara BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Bunga Roos ini dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 18 ayat (1) sub b (2) (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 22 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan dalam dakwaan kedua, perbuatan kedua terdakwa diatur dalam Pasal 9 UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang P…

Eksepsi 4 Terdakwa Proyek PBA Ditolak

EKSEPSI (keberatan) 4 terdakwa proyek Penanggulangan Bencana Alam (PBA), Ir Zulkarnain Mu'in, Nurmalia SSos, Drs Syarifuddin dan Cici Ahwanto ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu yang diketuai Susanto SH dengan anggota Mas'ud SH dan Wuryanta SH. Alasannya, eksepsi yang dibacakan masing-masing kuasa hukum terdakwa beberapa waktu lalu, keluar dari materi dakwaan dan alasan eksepsi dianggap tak beralasan.
Dalam putusan sela dibacakan secara bergantian kemarin, Majelis Hakim PN Bengkulu menganggap eksepsi kuasa hukum masing-masing terdakwa tidak mempunyai dasar kuat. Sehingga pihaknya memutuskan untuk sepakat dengan argumen yang dibacakan dalam tanggapan eksepsi Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya. Dengan demikian, persidangan yang mendudukkan 4 dari 6 terdakwa (2 terdakwa tak mengajukan eksepsi, red) tersebut akan dilanjutkan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan dalam KUHAP.
Ketua PN Bengkulu Susanto SH melalui Ka Humas Mas'ud SH MH ketika …

Ungkap Penilep Rp 3 M Proyek PBA, Tugas Hakim!

SETELAH sempat dinilai gagal mendudukkan pelaku penilepan Rp 3 M proyek Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Dinas PU Provinsi Bengkulu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) melalui tanggapan eksepsinya kemarin menganggap hal itu merupakan tugas Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu dalam hal ini Majelis Hakim (MH) yang mengadili perkara dalam kasus dugaan korupsi proyek senilai Rp 7,8 M tersebut. "Identitas detail terkait pelaku penerima dan pencairan uang Rp 3 M lebih dari proyek PBA yang digunakan bukan untuk kepentingan proyek tersebut, bukanlah merupakan sesuatu yang bisa dianggap prinsip. Sebab menurutnya, surat dakwaan tak lebih merupakan surat atau akta yang dibuat dari hasil penyidikan. Selanjutnya, hal itu nantinya akan dijadikan dasar bagi majelis hakim untuk mengungkap fakta sebenarnya," kata salah seorang JPU yang menangani berkas perkara Nurmalia S.Sos, Alamsyah SH. Dengan demikian, lanjutnya, surat dakwaan tidak harus menyebutkan semua fakta dan keadaan. Namun cukuplah dengan me…

2 Bulan Jadi Tahanan Polsek, Ainun Curhat

Ngaku Benci, Tapi Rindu

MASIH ingat dengan Ainun? Guru MAN Model yang tinggal di Jalan RE Martadinata 6 No 100 RT 03 RW 06 Pagar Dewa, Kota Bengkulu yang nekat menghabisi nyawa suaminya sendiri, Suradi Budiman S.Sos? Sejak menjadi tahanan Polsek Selebar sekitar 2 bulan lalu, dia tampaknya banyak merenung dan mengenang kisah-kisah pahit perjalanan hidup yang dideritanya. Bahkan dari kesendiriannya menjalani tahanan di Mapolsek, guru Fiqih MAN Model ini sempat menulis dan menguraikan permasalahan yang sebenarnya terjadi, hingga dia nekat menghabisi nyawa sang suami. Bagaimana kisah Ainun?
Melalui catatan yang ditulisnya, permasalahan rumah tangga yang terjadi antara dia dan Suradi sebenarnya bermula ketika akhir tahun 2002 lalu, almarhum Suradi (suaminya, red) baru pulang dari Jawa. Pada saat itu, Suradi membawa keris yang diakui Suradi sebagai peninggalan orang tuanya. Keris itu kemudian dipelihara Suradi dengan cara mengolesinya dengan minyak duyung dan ada kemenyan. "Saat mengeta…

Aku Ketemu Mantan

Hmm... Akhirnya, setelah hampir 3,5 tahun putus komunikasi, hari ini aku ketemu mantan kekasih..hehe...agak norak juga sih! :-) Untung aja ada tes PNS dan kau ikut serta. Karena tugas kantorku, eh...akhirnya kita ketemu.
Tapi aku ga bisa mungkir, sebenarnya pertemuan yang entah disengaja atau tidak ini, sudah lama aku nantikan (sejak lebih dari 3 tahun lho...) hehe..
Sebagian ada yang bilang, ketemu mantan samahalnya dengan menelan kembali pil pahit yang sudah kita telan. Tapi menurutku, hal itu tergantung dengan pemaknaannya. Artinya, jika pil pahit itu berkhasiat untuk kesembuhan suatu penyakit menahun yang kita derita, jelas saja itu akan berdampak baik.
Nah sekarang, rasa kangen yang udah lama menggebu...(cie...) apakah itu bukan suatu yang bisa dianggap penyakit? Kalo udah kelewat kangen, sampe mimpi tiap malam dan enggan beraktifitas, bawaannya cuma ngelamun serta mengenang masa lalu, tentu saja itu bisa dikategorikan sebagai penyakit toh?
Terlepas dari semua itu, kau tadi cukup can…

Terlantar, Pria Ditemukan Terkapar

JIKA benar pria ini dibuang pihak keluarganya, betapa sedih nasib yang dideritanya. Bagaimana tidak, selain menderita penyakit menahun berupa borok yang sudah mengeluarkan nanah dan berlubang, dia juga harus menerima kucilan tangan dari orang-orang yang dia kasihi.
Terlepas benar atau tidak, yang pasti warga Jalan Bhakti Husada RT 1 RW 1 Lingkar Barat, Kota Bengkulu, sekitar pukul 08.00 WIB kemarin (12/11) heboh. Ini setelah salah seorang warga, Ria (32) warga setempat menemukan seorang pria pikun yang sedang terkapar di salah satu tanah kosong depan rumahnya. Tidak diketahui jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan pria yang berumur sekitar 55 tahun ini, namun dilihat dari kondisinya pria tersebut memang sengaja dibuang atau ditinggalkan oleh seseorang. Sebab kondisi penyakit borok pada kaki dan bagian bokongnya cukup parah dan tampak menyerupai sebuah lubang serta mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan untuk berjalan pun, pria renta ini sudah tak mampu.
Dimanakah anggota keluarga korban?
R…

Kondisi Bayi Tanpa Anus Asal Seluma

Lewati Masa Kritis, Belum Disentuh Dermawan

HINGGA Jum'at (12/12) kemarin, bayi tanpa anus asal Desa Tenangan Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma, masih terbaring di box bayi Ruang Melati RSUD M Yunus Bengkulu. Bagaimana kondisi bayi yang telah diberi nama Daroeni Ali tersebut? Berikut laporannya;

=RAMA DIANDRI, Kota Bengkulu=

KEDUA tangan dan kaki serta kepala bayi pasangan suami istri, Solihin (40) dan Khotimah (35) ini tampak membiru. Ini setelah lubang-lubang infus dan jarum transfusi darah ditancapkan ke beberapa bagian tubuh mungilnya itu saat sang bayi masih dalam kondisi kritis, usai dioperasi belum lama ini. Sementara itu, tanpa ada keluhan dari raut wajahnya, bayi ini tampak tenang dan seolah menikmati cairan infus yang terus mengalir ke tubuhnya. "Alhamdulillah.., kondisinya sudah membaik. Kata dokter dia sudah melewati masa kritis. Sudah tidak rewel lagi. Pendarahan pun kini sudah tak terjadi lagi," kata sang ayah, Solihin membuka pembicaraan.
Diungkapkan Sol…

Bayi Asal Seluma Lahir Tanpa Anus

Gambar
Usai Dioperasi,
Butuh Bantuan

Setelah kasus serupa terjadi di Kabupaten Kepahiang, seorang bayi asal Desa Tenangan Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma, lahir tanpa anus. Hingga tadi malam, bayi yang belum diberi nama tersebut masih terbaring di box bayi ruang kebidanan RSUD M Yunus Bengkulu. Sedangkan kedua orang tuanya, pasangan suami istri (Pasutri), Solihin (40) dan Khotimah (35) mengaku sama sekali tidak menyangka kalau anak ke-4 mereka itu akan lahir dalam kondisi tidak normal. Bagaimana ceritanya?
Menurut penuturan Khotimah dan keponakannya Ahmad Fadil (24) ketika ditemui di ruang kebidanan RSUD M Yunus Bengkulu kemarin, sekitar pukul 23.00 WIB Jum'at malam (5/12) belum lama ini, atas kehendak Allah SWT, anak ke-4 Khotimah dan Solihin itu lahir dengan bantuan salah seorang dukun di desa mereka. Meskipun kelahiran anak mereka ini diakui karena kebobolan menggunakan alat kontrasepsi, Khotimah dan Solihin mengaku tetap bahagia. "Bagaimana pun juga ini anugerah yang diber…

Pelaku Rp 3 M Proyek PBA Mestinya, Jadi Tersangka!

PELAKU pencairan dana Rp 3 M (sudah dikembalikan Rp 2,36 M) proyek Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Dinas PU Provinsi Bengkulu hingga kini belum tersentuh hukum. Kendati sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mendudukkan 6 tersangka dalam dugaan korupsi pada kasus tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu dinilai belum berhasil menjerat pelaku pencairan dan pengembalian dana tersebut. Hal ini disampaikan kuasa hukum Nurmalia SSos, Humisar Tambunan SH usai pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu kemarin. Bahkan ironisnya, menurut Humisar pelaku pencairan dan pengembalian Rp 3 M tersebut tidak disebutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat dakwaan. "Semestinya pelaku pencairan dan pengembalian dana Rp 3 M itu harus dijadikan tersangka. Ironisnya yang terjadi, jangankan didudukkan sebagai tersangka, disebut dalam dakwaan saja tidak," tegasnya.
Dalam eksepsi yang dibacakan di depan Majelis Hakim PN Bengkulu yang diketuai Susanto SH dengan anggota Wuryanta …

Persahabatan Itu...

Gambar
Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan. Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian. Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran. Dan tiada maksud lain dari persahabat…

Ini blog orang Bengkulu

caknyo dak smangat jugo kalu nulis dakdo yang ngomentari..buat adik sanak yang ndak tahu kondisi bengkulu, bisa gabung di blog ini... atau pacak pulo langsung ngakses ke situs www.bengkuluekspress.com (Soalnyo di bengkulu kini ko ado koran Bengkulu Ekspress nang pacak dipecayo dan akurat informasinyo)
ditunggu yo, komentarnyo...hehe

Kadis PU Provinsi Bengkulu Lebih Hebat dari Besan Presiden

Tulisan ini dikutip dari Harian Bengkulu Ekspress
Jumat, 05 Desember 2008

WALAU posisinya hanya Kadis PU Provinsi, tapi Ir Zulkarnain Mu'in lebih hebat dari Aulia Pohan, besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bagaimana tidak! Walau Aulia Pohan masuk ring I --lingkaran utama--, keluarga Presiden SBY, dia bisa dijebloskan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ke dalam penjara. Sedangkan Zulkarnain Muin, walau tak masuk lingkaran keluarga SBY dan statusnya telah menjadi terdakwa kasus PBA (Penanggulangan Bencana Alam) Dinas Provinsi Bengkulu senilai Rp 7,8 M, dia samasekali tak ditahan. Saat ini Zulkarnain masih berstatus tahanan kota.
Hebatnya lagi! Rasa penasaran publik terhadap raibnya dana Rp 3 M --sudah dikembalikan Rp 2,36 M--, tak bakal terjawab di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu. Pasalnya, dalam berkas perkara yang dilimpahkan Kejati Bengkulu ke PN Bengkulu soal raibnya uang negara samasekali tak ada.
Selain tak ditahan, posisi Zulkarnain Mu'in sebagai Kadis PU juga…

Diadili, Terdakwa Proyek PBA Tetap Tahanan Kota

DEWI fortuna sepertinya memang berada di kubu enam terdakwa proyek Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Dinas PU Provinsi Bengkulu. Bagaimana tidak, setelah melalui beberapa proses hukum dan kemarin keenamnya diadili satu per satu di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, mereka tetap aman dari jeruji besi Lapas Kelas II A Bengkulu. Setelah ditetapkan menjadi tahanan kota oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu lalu, kemarin Majelis Hakim PN Bengkulu diketuai Susanto SH dengan anggota Wuryanta SH dan Mas'ud SH tetap mempertahankan status penahanan keenam terdakwa dugaan korupsi senilai Rp 7,8 M itu. Berikut alasan Ka Humas PN Bengkulu Mas'ud SH untuk tetap mempertahankan status keenamnya menjadi tahanan kota.
Soal penahanan itu kan memang wewenang penuh kita sebagai majelis hakim. Karena selama ini kita menilai keenamnya kooperatif dan sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai tahanan kota, jadi tak ada salahnya juga kita tetap mempertahankan status penahanan tersebut. Namun jika d…

Kala Senja di Bundaran

TIUPAN angin senja ini temani kebisuanku. Terpaku, tersudut kusendiri menatap rona cakrawala yang semakin memerah. Gontai kurasakan langkah menuju taman kota, senyap, risih bahkan gelap.
Senja ini aku kembali sendiri, sama seperti tadi pagi, aku berjalan sendiri dan merasakan embun di wajahku diantara air mata yg menetes menutupi hawa samar dan buram. Waktu telah menggerogotinya, sejarah kasih kita semakin kandas, terpupus oleh jarak dan detik-detik jarum jam yang kemudian tumbuh menjadi rangkaian bulan dan tahun.
Keputusanku tuk menunggu, kadang membuat suatu keraguan. Ragu akan kasih sayang yang engkau berikan, ragu akan ketulusan cinta yang kan ku dapat. Bahkan ragu pada diriku sendiri.
Walau memang tak kan kulupakan, lembaran-lembaran masa lalu yg dulu selalu setia menjenguki peninduran kita. Akan kuhayati waktu-waktu manis seperti meresapi keindahan matahari yang berwarna indah di suatu pagi. Tak dapat kupungkiri, lekuk wajahmu terlalu banyak menyimpan kasih sayang yang kurasakan te…