Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2009

Argamakmur, 1 April

Gambar
Malam ini..
Kembali sadari aku sendiri
Gelap ini
Kembali sadari engkau telah pergi
Malam ini
Kata hati harus terpenuhi
Gelap ini
Kata hati ingin kau kembali
Hembus dinginnya angin lautan
tak hilang ditelan bergelas-gelas arak
yang kutenggakkan…ooo….
Malam ini
Kubernyanyi lepas isi hati
Gelap ini
Kuucap berjuta kata maki.. Malam ini..Bersama bulan aku menari
Gelap ini.. Di tepi pantai aku menangis..Tanpa dirimu dekat dimataku
Aku bagai ikan tanpa air... Tanpa dirimu ada disisiku..Aku bagai hiu tanpa taring.. Tanpa dirimu dekap dipelukku.. Aku bagai pantai tanpa lautan.. Kembalilah…Kasih ooo Kembalilah kasih.. (**)

Hmm... Menikmati lagu Anyer 10 Maret sembari ditemani secangkir kopi dan sebatang rokok, sedikit mungkin bagi sebagian kita memang menyenangkan. Asyik..! Mengenang semua yang sudah berlalu, terkadang cukup membuat kita kembali menjadi muda. hehe.. Kadang sedih, lucu, bahagia, ah...semuanya berkecamuk. Menerawang, melintas tanpa batas. Mengenang semua pilu, duka, kesedihan waktu lalu, kadang bi…

Warga Lais Tertembak Peluru Oknum Polisi

Gambar
LAIS – Membonceng teman yang menjadi DPO polisi, Tarmizi, 30 tahun, warga Desa Jago Bayo Kecamatan Lais menjadi sasaran tembak oknum polisi Polsek Lais yang melakukan pengejaran. Korban Tarmizi pun terkapar dengan luka tembak di pinggang belakang sebelah kanan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, kemarin pagi di kawasan Gedung Nyawa Desa Air Padang Lais. Mengetahui korban yang tertembak salah sasaran, petugas polisi pun melarikannya ke RSUD Arga Makmur yang kemudian dirujuk ke RS M Yunus Bengkulu.
Peristiwa ini pun membuat Lais memanas, keluarga dan warga pun ramai-ramai “menyerbu” Polsek Lais untuk mempertanyakan apa yang telah terjadi. Berdasarkan informasi yang terhimpun, korban Tarmizi yang sehari-harinya bekerja di penambangan pasir di Air Padang berangkat dari rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB menunggu angkutan umum. Tiba-tiba dari Arga Makmur muncul temannya Sp warga Talang Rasau mengendarai sepeda motor. Karena teman dan sama-sama berasal dari Lubuk Mumpo, korban akhirnya…

Sultan dan Dinmar Terancam Dicoret!

BENGKULU – Setelah dilaporkan ke Panwaslu Kecamatan Taba Penanjung, dua saudara yang merupakan calon anggota DPR RI dan DPD RI masing-masing, Dinmar Najamudin dan Sultan B Najamudin terancam dicoret dari DCT (daftar calon tetap). Tak hanya itu, jika terbukti telah melakukan money politics dan telah mendapatkan kekuatan hukum tetap (inkrah) dari pengadilan, kendati terpilih menjadi anggota DPD RI dan DPR RI nantinya kedua calon ini juga bisa dibatalkan sebagai calon terpilih. Penegasan ini diungkapkan Divisi Teknis Penyelenggara KPU Bengkulu Utara, Julisti Anwar SH ketika dikonfirmasi tadi malam. “KPU hanya bisa mencoret keduanya sebagai DCT dan calon terpilih, jika sudah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan yang menyatakan kalau keduanya memang terbukti secara sah telah melakukan praktik money politics,” jelas anggota KPU BU yang akrab disapa Listi ini. Secara terpisah, setelah lolosnya Mahyudin Shobri dari jerat hukum, tampaknya Panwaslu Provinsi Bengkulu tak mau kecolongan.…

Calon DPD RI dan DPR RI Dilapor ke Panwas

Dugaan Money Politics
TABA PENANJUNG - Calon DPD RI Sultan B Najamudin dan Caleg DPR RI dari partai Demokrat nomor urut I Dinmar Najamudin, dilaporkan ke Panwascam Taba Penanjung. Keduanya dilaporkan terkait dugaan money politics yang dilakukan terhadap warga Desa Kota Niur dengan memberikan bantuan genset, dengan perjanjian warga harus memilih keduanya. Jika tidak maka genset akan diambil kembali dengan membuat surat perjanjian. Ketua Panwascam Taba Penanjung Drs BJ Karneli membenarkan adanya laporan dugaan money politic tersebut. "Memang kita telah menerima laporan atas dugaan money politics, bahkan semua bukti yang terkait masalah ini sudah ada yakni berupa surat perjanjian tertulis antara sang calon dan warga yang ditandatangani oleh keduanya. Berdasarkan laporan tersebut kita lakukan proses sesuai prosedur dan telah kita plenokan dan kita sepakati kalau bukti –bukti dari pelapor ini semua terbukti merupakan tindak pidana dengan indikasi money politics pelanggaran pemilu,&qu…

Gubernur Bengkulu Jadi Bupati BS

Jaga Perasaan Kubu Dirha, Sertijab Digelar Sederhana
BENGKULU – Berakhirnya jabatan Bupati Bengkulu Selatan (BS) Fauzan Djamil dan Wakil Bupati Jani Hairin, membuat serah terima jabatan mau tak mau harus dilakukan. Menariknya, sesuai dengan petunjuk Mendagri jabatan Bupati BS dipegang langsung oleh Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin ST yang bertindak langsung sebagai Penjabat Bupati. Serah terima jabatan antara Fauzan Djamil dan Agusrin M Najamudin kemarin berlangsung di ruang rapat Pemprov Bengkulu. Serah terima itu digelar dengan penuh kesederhanaan. Selain dihadiri beberapa pejabat dan muspida BS, serah terima itu juga diikuti oleh unsur muspida Pemprov Bengkulu. Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin usai menerima jabatan sebagai penjabat Bupati BS kemarin mengungkapkan, Sertijab tersebut sengaja dilakukan sederhana. Hal ini dilakukan guna menjaga perasaan bupati pilihan rakyat H Dirwan Mahmud yang batal dilantik. Tak hanya itu, Sertijab ini juga digelar secara sederhana karena me…

Menulis dan Keabadian

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian," =Pramoedya Ananta Toer=

Capek dan Jenuh, Pilih Jadi Broker

Gambar
Ketika Profesi Anggota Dewan Tak Lagi Menggiurkan

MENJADI anggota legislatif saat ini diminati banyak orang. Segala macam cara untuk menempuh tujuan itu, bahkan dengan berkonsultasi dengan paranormal sekalipun ada yang melakukannya. Tak hanya itu, banyak juga diantaranya mereka yang sudah pernah merasakan duduk di kursi dewan dengan fasilitas lumayan mewah pada pemilu tahun ini kembali mencalonkan diri.
Dibalik itu semua, ternyata tidak demikian dengan Sukardianto MR. Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Utara ini mengaku sudah jenuh jadi anggota dewan. Dengan pertimbangan cost terlalu tinggi dan belum tentu kembali terpilih, kader PDIP ini memilih untuk menekuni bisnis pribadi menjadi broker dan berkecimpung di pasar modal.
Beragam cara memang dilakukan banyak orang untuk menjadi anggota legislatif. Diantara banyak kasus tersebut, saat ini sering kita temukan caleg yang tadinya telah duduk di kursi anggota DPRD kabupaten kemudian tetap mencalon di DPRD kabupaten, ada pula yang tadinya sempa…

Wagub Tak Punya Wewenang Atur Pemilu

STATEMEN tegas terkait pertemuan Bupati Bengkulu Utara (BU) Ir HM Imron Rosyadi MM dan Bupati Lebong Drs H Dalhadi Umar BSc beberapa waktu lalu dilontarkan Ketua Komisi DPRD Lebong Abursani. Menurutnya, tindakan Wagub yang menyarankan agar masalah itu dikembalikan ke UU RI No 39 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kepahiang merupakan sesuatu yang aneh. Sebab dalam konteks pemilu, Wagub tak berwenang untuk ikut campur. “Positifnya memang dengan pertemuan kedua bupati adalah untuk mendinginkan suasana. Tapi apabila aturan Pemilu dikaitkan dengan UU RI No 39 tahun 2003 jelas saja hal itu tindakan aneh. Sebab Wagub tak berwenang mengatur apalagi mengintervensi soal aturan Pemilu,” tegas Abursani. Diakuinya, pertemuan Bupati Lebong dan Bupati Bengkulu Utara yang difasilitasi Wagub HM Syamlan Lc beberapa waktu lalu merupakan upaya positif untuk mendinginkan suasana yang sempat memanas akibat konflik tapal batas. Tapi jika Wagub ikut campur untuk mengembalikan aturan Pemilu s…

Terbengkalai Akibat Minyak Gagal

Gambar
SETELAH diresmikan langsung oleh Dirjen Perekonomian mewakili Menko Perekonomian Dr Rizal Ramli pada tahun 2007 lalu, informasi yang diterima koran ini pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Talang Denau hanya beroperasi sekitar 7 bulan. Pabrik yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah tersebut sudah dalam 1 tahun terakhir tak lagi beroperasi. Disinyalir, tak beroperasinya pabrik tersebut diakibatkan oleh minyak gagal. Namun ada pula yang mengatakan kalau tak beroperasinya pabrik karena biaya produksi terlalu tinggi. Simak laporannya;

=RAMA DIANDRI, Arga Makmur=

KEGAGALAN pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Talang Denau menambah deretan beberapa aset daerah Bengkulu Utara (BU) yang gagal dan terbengkalai. Setelah aset daerah PD Arma Niaga yang berakhir dengan ditetapkannya sang direktur menjadi tersangka (hingga saat ini masih buron, red), kali ini pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Talang Denau juga tak lagi beroperasi. Mungkinkah nasib pabrik pengolahan minyak kelapa saw…

Kerja Musiman, Hand Tractor Masih Kredit

PULUHAN hektar sawah Kemumu sudah hampir setahun ini tak bisa ditanami padi. Beberapa diantara petani mencoba untuk mengalihfungsikan sawah mereka dengan cara menanam jagung. Kondisi ini terjadi setelah pihak Pemkab Bengkulu Utara (BU) melakukan perehaban saluran irigasi Palak Siring yang kemudian mengakibatkan aliran irigasi menjadi kering. Imbas ini bukan saja dialami oleh petani padi. Melainkan juga berdampak pada pembajak sawah musiman yang mengaku mengibaratkan pekerjaan mereka seperti proyek APBD. Berikut laporannya;
=RAMA DIANDRI, Arga Makmur=
ADALAH Suryanto dan Sugiman, dua pria yang tinggal di Desa Kemumu ketika ditemui koran ini kemarin sore sibuk mengganti ban hand tractor dan bermaksud pulang. Ketika dihampiri dan ditanya RU, keduanya mengaku baru saja menyelesaikan pekerjaan, membajak sawah warga di areal tersebut. "Kita biasanya bekerja harian. Jarang yang borongan. Sehari kita diberi upah Rp 150 ribu. Sedangkan bahan bakar hand tractor ditanggung kita sendiri,"…

Mengais Rejeki dari Berkah Pemilu

INI bisa jadi merupakan potret kehidupan masyarakat kita yang masih serba sulit. Di tengah krisis dan anjloknya harga hasil pertanian, masyarakat memilih untuk mencari kerja sampingan dengan memanfaatkan momen yang ada. Begitu juga dengan Pemilu, selain ada masyarakat yang mendapatkan dana praktis atau bantuan seperti jilbab berwarna yang mengidentikkan suatu partai, kemarin puluhan warga Arga Makmur memadati halaman Gudang Logistik KPU BU dan rela ngantre selama berjam-jam untuk mendapatkan giliran menyortir dan melipat surat suara. Simak laporannya;
=RAMA DIANDRI, Arga Makmur=
GUDANG Logistik KPU Bengkulu Utara (BU) sejak pukul 07.00 WIB kemarin pagi ramai dikunjungi warga. Layaknya massa demonstrasi, puluhan warga mulai dari pemuda, remaja putri, ibu-ibu dan kaum bapak memenuhi halaman gudang yang berbatasan langsung dengan salah satu leasing sepeda motor tersebut. Bahkan ketika hari mulai panas dan mereka belum mendapatkan giliran untuk masuk ke dalam gudang dan diberi kesempatan un…

Dulu Diabaikan, Kini Ibarat Anak Manja

HINGGA kemarin, perkantoran setingkat kecamatan milik Lebong masih terus beroperasi di wilayah perbatasan Bengkulu Utara (BU) - Lebong. Kendati belum lama ini sempat terjadi bentrok, namun kondisi itu tampaknya mulai mendingin setelah kubu BU menarik massanya, sementara kubu Lebong tetap bertahan dengan fasilitas yang telah mereka buat. Bahkan di samping Kantor PPK Padang Bano, terdapat dapur umum yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan massa Lebong. Apa yang menyebabkan sebagian masyarakat di wilayah perbatasan itu berkeinginan untuk bergabung ke Lebong dan bagaimana pula kondisi masyarakat di wilayah konflik itu saat ini?Berikut laporannya;
=RAMA DIANDRI, Giri Mulya-Padang Bano=
TERLEPAS dari kepentingan politik yang sebenarnya mewarnai konflik tapal batas ini, namun sesungguhnya kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan BU-Lebong tak jauh berbeda dengan hari-hari biasa. Namun sedikit yang agak membedakan, kalau sebelumnya belum terdapat perkantoran setingkat kecamatan milik Lebong,…