Antara Jujur dan Kebobrokan!

BICARA soal jujur, tentu saja pikiran kita mengarah kepada apa yang telah dilakukan dan apa yang sebenarnya terjadi. FAKTA! ya, sebuah kenyataan yang harus diungkap kendati itu terasa berat.
Jujur itu terkadang berat. Apalagi kalau dengan kejujuran kita berarti mempertaruhkan harga diri. Kejujuran bisa juga diartikan sebuah sifat yang akan menghasilkan sebuah sikap. Sikap inilah nanti yang akan dinilai orang-orang di sekeliling kita.
Sebagian ada yang berpendapat kejujuran adalah modal utama dalam hidup. Walau terkadang (mungkin) kejujuran bisa juga lebih sering terkubur dengan kebohongan. Namun walau bagaimana pun juga, jujur akan menghasilkan buah manis. Jujur akan berbuah kebenaran. Sebaliknya, kebohongan akan berbuah nista.
Tak jarang orang-orang akan menutupi kebohongannya dengan kembali berbohong. Semakin ditutupi, maka kebohongan itu akan semakin banyak. Bagi mereka yg punya jiwa besar, tentu saja mereka berpikir tak ada untungnya untuk berbohong. Dengan berbohong, itu sama halnya dengan kita menggali kuburan kita sendiri. Semakin banyak kebohongan itu terjadi, semakin dalam pula lubang kenistaan itu akan kita buat.
Tak ada kata lain. Jujur adalah harga mati dan tak ada penawaran!
Lebih Jauh, kejujuran bagi bangsa kita saat ini merupakan sumber ketakutan yang mampu menyebabkan gempa sosial dan kultural. Bayangkanlah jika secara kolektif rakyat berlaku jujur, maka praktik korupsi yang membiak di jejaring kekuasan dari tingkat elite hingga pegawai rendah di kantor kelurahan akan tampak dengan mata telanjang. Di mana para penipu rakyat itu hendak menyembunyikan muka, jika semuanya sudah terpampang jelas?
Inilah kenyataan bagi manusia di negeri yang menganggap dusta birokrat terhadap rakyat sekadar rahasia umum. Dan, merasa korupsi cuma sebuah laku yang diterima sebagai kewajaran oleh kesadaran bersama. Kejujuran untuk membongkar pencurian uang negara akan dinilai sebagai prinsip ganjil. Birokrat yang tak melakukan korupsi dicemooh sebagai pihak yang menentang kebiasaan.
Terkuaknya sejumlah kasus korupsi yang dilakukan jaksa dan anggota parlemen akhir-akhir ini menghadirkan ketegangan di benak rakyat. Di satu sisi, kepercayaan terhadap alat negara menurun karena terbongkarnya kejahatan maling uang negara yang dilakukan jaksa dan anggota parlemen, di sisi lain rakyat juga hanya bisa berharap semoga pembongkaran korupsi itu dilandasi kejujuran.(**)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bus Masuk Jurang, 12 Tewas

Aku Ketemu Mantan

TUGAS dan Wewenang MK