Indah Tak Terperi

Alhamdulillah, hari ini hari ke-13 bagi kita ummat Islam berpuasa. Menahan dari segala hawa nafsu yang biasa kita lakukan di bulan-bulan lain, selain Ramadhan. Bersyukur juga, kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati damainya Ramadhan tahun ini. Padahal, tak ada satu garansi apapun yang kita dapatkan untuk tetap bisa menikmatinya. Inilah salah satu kemurahan Allah SWT. Tidak seperti perusahaan-perusahaan jasa yang kerap memberikan garansi dalam limit waktu tertentu sebagai iming-iming dan jualan iklan.

Namun apakah pernah terpikir, bagaimana jika Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita? Karena rahasia itu tidak ada yang tahu teman. Tak satupun yang mengetahuinya. Namun demikian, semuanya telah tersusun dan terprogram protect di server lauhul mahfuz.

Mari kita membayangkan, Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita. Sebab bisa jadi, kita tak bisa lagi menikmati indahnya Ramadhan tahun depan. Bahkan siapa tahu, ternyata hari ini adalah hari terakhir kita berpuasa. Karena besok mungkin malaikat maut menjemput kita. Subhanallah, sungguh semuanya menjadi rahasia Sang Pencipta.

Jika saja hari ini dan atau bulan ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, tentu yang terbayangkan bagi saya saat ini adalah bersungguh-sungguh menjalankan ibadah kepada-Nya. Kita akan merasa betah berlama-lama dan bermesraan dengan Allah SWT dalam dzikir panjang. Karena kita tak mengetahui rahasia itu, lalu apakah salah jika kita kembali mengorek hati nurani untuk lebih khusuk beribadah kepada-Nya.

Beberapa saudara kita, lebih tua, sebaya dan bahkan lebih muda umurnya di dunia dengan kita beberapa bulan menjelang Ramadhan dan saat Ramadhan tahun ini dipanggil keharibaan-Nya. Lalu, apakah ini tak menjadi pelajaran bagi kita?! Sementara sebelum dipanggil, saudara kita tadi tak ada ubahnya dengan kita. Bercanda, bahkan mungkin saling ejek. Hmm..

Allah maha mengetahui apa yang kita perbuat, bahkan dalam hitungan detik sekalipun. Jika seorang Aristoteles sekalipun tak bisa menebak hati seseorang, tentu tidak dengan Allah SWT. Kita berada di tempat terang dan terbuka atau berada di tempat gelap, tanpa cahaya dan ruangan itu kembali ditutup berlapis-lapis ruang tanpa cahaya sekalipun, Allah tak pernah merasa kesulitan untuk mengetahui setiap tindak-tanduk kita.

Sungguh tak ada satu amal dan dosa pun yang mampu terlewat dalam setiap catatan-Nya. Apakah kita masih ragu? Terkadang, syaithon sungguh halus mengacak-acak hati kita. Kita yang kadang merasa sudah benar, tanpa kita sadari ternyata perbuatan kita adalah salah besar. Yakinlah teman, hidup ini berawal dari segumpal darah dan tergantung dengan segumpal darah pula. Jika segumpal darah itu baik, maka Insya Allah semuanya akan baik pula. Begitu juga sebaliknya.

Mari kita kembali menata hati. Belajar ikhlas, dan hanya berpasrah kepada-Nya. Jadi ingat dengan lagunya Aa’ Gym, Jagalah Hati J Sungguh segumpal darah itu adalah hati. Dengan menjaga hati, itu berarti kita menjaga kehormatan dan menjaga hidup untuk akhirat. Hidup kita akan merasa tentram dan nyaman jika hati bisa dijaga. Jaga hati, dan mari nikmati keindahan tak terperi. (**)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bus Masuk Jurang, 12 Tewas

Aku Ketemu Mantan

TUGAS dan Wewenang MK