Kecil Itu Besar

Dulu, waktu SD kelas IV aku dikenalkan guru kelasku dengan pepatah; Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Waktu itu, aku ingat pepatah ini berlaku bagi kami yang dianjurkan untuk menabung. Saat itu pula, diajarkan tentang pengertian hemat dan kikir. Hmm.. Masa kecil memang menyenangkan. Meski hidup sederhana, tapi setidaknya beban pikiran tak seperti saat ini.

Sekilas masa kecil akan tetap terkenang indah. Karena kita harus sadar betul, tak ada satupun yang tidak berawal dari kecil. *) sambil mikir, ada ga ya yang ga da kecilnya? Hehe.. Kalaupun ada, aku yakin kesannya tak akan natural. Karena semua butuh proses, dan proses butuh waktu. Begitupun dengan alam semesta. Tentu Alquran juga menjelaskan toh, proses penciptaan alam semesta ini.

Awal, proses dan hasil. Ketiga komponen itu saling berkaitan dan sama-sama memiliki ikatan satu sama lain, tak dapat dipisahkan. Jika awalnya baik, didukung dengan prosesnya baik pula, Insya Allah hasilnya juga akan baik. Namun jika awalnya kurang baik, semoga kita termasuk kepada golongan orang-orang yang husnul khotimah. J

Menurutku, hal besar dalam hidup adalah ketika kita bisa mencapai harapan dan cita-cita dengan proses disertai kerja-kerja berat. Jadi ingat ungkapan Proklamator RI, Ir Soekarno di dalam bukunya “Dibawah Bendera Revolusi” bahwa tidak ada kemenangan paling indah, selain kemenangan setelah dituntaskan dengan kerja-kerja berat.

Jika kita mau menggelitik hati kita lebih dalam, tak ada kerja-kerja berat selain melakukan hal-hal kecil dan memiliki hasil yang kecil juga. Namun karena tadi kita sudah menyamakan persepsi bahwa segala sesuatu harus diawali dengan hal-hal kecil, tentu mengerjakan yang kecil memang merupakan suatu proses yang mesti dilalui.

Seperti pepatah yang kuperoleh dari guru saat aku duduk di bangku SD tadi, kita harus sama-sama meyakini, sesuatu yang kecil jika dikumpulkan akan menjadi besar. Satu hal yang juga mesti kita sadari, proses pengumpulan itu tentu memakan waktu. Untuk itu, kita dituntut istiqomah dan bersabar serta meyakini tak akan ada pekerjaan baik sedikitpun yang tidak ada manfaatnya. Untuk itu, peran ikhlas dalam mengerjakan sesuatu juga mesti ada. Karena jika tak ada keikhlasan, hal kecil sekalipun akan terasa berat. Begitulah kaitannya.

Kesimpulannya, tak ada salahnya kita mengidam-idamkan sesuatu yang besar, tapi prosesnya mesti dilalui dengan sempurna. Karena belum tentu kita termasuk kepada golongan orang-orang yang husnul khotimah. Hehe.. :)

Mari kita mengumpulkan pasir-pasir di pantai dan mari menghitung rintik hujan. Jangan sampai, karena mengharapkan burung yang sedang terbang tinggi, tapi punai di tangan dilepaskan. Bukankah punai juga salah satu nama dan jenis burung?! Hmm.. :)

Wallahu'alam Bishawab.. (**)

Arga Makmur, 25 Agustus 2010

Komentar

Anonim mengatakan…
wew...baru sempat baco...ternyata ok jugo. Asli toh? kalo asli two thumb up deh...:)
Memang ndak jadi besak musti kecik dulu kalo langsung besak namonyo anak buto ijo, wakakaka....
to be king mengatakan…
maksudnyo kalo asli bro?
siapo ko?
catatan: tulisan di blog iko kalo pun nyadur pasti dijelaskan sumbernyo.. hehe..
Anonim mengatakan…
POI e realmente um Programa maravilhoso ver o desfile de 20 de setembro em Piratini. Em 2007 eu Fui pela primeira Vez assisti-lo e fiquei emocionada, e um desfile Lindo feito com muito por um daqueles gauchos Cada alma la que vivem. Vale a Pena.

Pos populer dari blog ini

Bus Masuk Jurang, 12 Tewas

TUGAS dan Wewenang MK

Aku Ketemu Mantan